Materi Siklus Akuntansi dan Laporan Keuangan

Tanpa  disadari  oleh  kita,  sebetulnya  setiap  orang  pernah mengaplikasikan ilmu akuntansi di dalam kehidupan sehari-hari seperti bagaimana caranya mengatur uang jajan agar bisa cukup untuk jangka waktu tertentu atau bagaimana caranya uang belanja bisa teralokasikan sesuai dengan kebutuhan belanja yang diharapkan.

Oleh karena itu akuntansi sering disebut sebagai “Bahasanya dunia usaha” karena akuntansi akan menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang menyelenggarakannya dan pihak luar untuk mengambil keputusan. Menurut Niswonger, Fess dan Warren yang diterjemahkan oleh Marianus Sinaga menyatakan bahwa:

“Akuntansi adalah proses mengenali, mengukur, dan meng-komunikasikan informasi ekonomi untuk memperoleh pertimbangan dan keputusan yang tepat oleh pemakai informasi yang bersangkutan”.

Berdasarkan definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa: Akuntansi merupakan proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi. (Bagian ini menjelaskan tentang kegiatan ekonomi). Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna dalam pengambilan keputusan mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan. (segi kegunaan dari akuntansi)

Materi Siklus Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Proses Bisnis Perusahaan

Akuntansi berada pada aktivitas yang terkait dengan aktivitas keungan. Aktivitas organisasi yang terkait dengan keuangan dapat dinyatakan sebagai Proses Bisnis perusahaan. Proses bisnis menurut Bodnar & Hapwood, rangkaian tugas yang saling berhubungan yang melibatkan data, unit organisasi, dan satuan urutan waktu yang logis. Proses bisnis juga dapat didefinisikan sebagai urutan aktivitas yang dilaksanakan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan serta menjual barang dan jasa (V.Rama & L Jones: 2008). Proses bisnis selalu dipicu oleh kejadian ekonomi dan mempunyai titik awal dan titik akhir yang jelas dan sudah terprogram sebelumnya.

Proses bisnis utama suatu perusahaan
Proses bisnis utama suatu perusahaan

Berdasarkan gambar diatas tersebut dapat diketahui bahwa aktivitas bisnis utama dalam suatu organisasi terdiri dari aktivitas  penerimaan melalui penjualan barang dan jasa, aktivitas operasi atau produksi (penciptaan barang atau jasa) dengan cara mengolah bahan baku menjadi barang jadi, aktivitas pemasaran  atau memperkenalkan dan mendistribusikan barang atau jasa dan aktivitas keuangan yang terdiri dari penganggaran dan pelaporan keuangan terkait dengan aktivitas bisnis yang terjadi di perusahaan.

Akuntansi berperan penting dalam seluruh aktivitas bisnis perusahaan baik dari aktivitas penerimaan, produksi, pemasaran dan keuangan, karena perusahaan memiliki kewajiban dalam melaporkan kondisi keuangan perusahaan. Proses melaporkan aktivitas bisnis perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang dikenal dengan istilah pelaporan keuangan.  Pelaporan keuangan merupakan suatu proses yang sistematis dan terstruktur yang melihputi beberapa  tahap yaitu: mengidentifikasi data transaksi, mengolah data (mencatat danmengihtisarkan data), serta melakukan proses pelaporan informasi keuangan kepada berbagai pihak yang membutuhkan.

Untuk lebih jelasnya, pelaporan data keuangan perusahaan diawali dengan mengidentifikasi  bukti transaki yang berupa faktur, dokumen, nota, kuitansi dan bukti-bukti transaksi keuangan yang lainnya,  kemudian dicatatkan dalam pembukuan/ catatan  (jurnal) perusahaan sehingga hasil akhir dari proses pencatatan dan pengidentifikasian bukti itu akan menghasilkan informasi yaitu laporan keuangan (financial statement).

Proses pengidentifikasian bukti tran-saksi dan pencatatannya dalam akuntansi dikenal dengan nama Sik-lus Akuntansi (Accounting Cycle). Akuntansi sendiri secara garis besar dapat dijelaskan sebagai proses pengolahan data transaksi keuangan dengan cara mengidentifikasikan, melakukan pencatatan, menggolong-kan, dan melaporkan hasil pemrosesan tersebut dalam suatu.

Siklus akuntansi secara garis besar menggambarkan proses pengidentifikasian bukti transaksi, pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum (posting ke general ledger), peengelompokan bukti-bukti transaksi ke dalam golongan transaksi yang sama ke dalam buku besar (ledger), meringkas bukti transaksi ke dalam neraca saldo (trial balance).

Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi

Data Transaksi (Dokumen)

Transaksi dapat didefinisikan sebagai aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan masalah ekonomi/keuangan. Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan masalah keuangan harus di catatkan dalam pembukuan perusahaan yang nantinya digunakan untuk membuat laporan keuangan perusahaan. Untuk mencatatkan transaksi tersebut

Perusahaan harus menggunakan bukti fisik yang isinya menjelaskan bahwa pada tanggal tersebut terjadi aktivitas ekonomi beserta rincian uang yang diterima/dikeluarkan. Bukti transaksi dapat diperoleh dari dalam maupun dari luar perusahaan. Bukti transaksi bisa berupa faktur/invoice, kuitansi, nota kredit/debit, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jurnal (Posting)

Jurnal umum adalah buku pencatatan untuk menginput data transaksi keuangan/bisnis yang telah terjadi dalam suatu perusahaan. Bentuk jurnal umum yang sering dipergunakan adalah jurnal umum dalam bentuk 2 kolom, ilustrasi untuk mencatat transaksi peneriman piutang dagang dari langganan dicatatkan sebagai berikut.

Jurnal Posting
Jurnal Posting

Buku Besar (Ledger)

Buku Besar merupakan tempat yang digunakan untuk mengelom-pokkan transaksi-transaksi keuangan contoh dalam Aktiva lancar ter-dapat perkiraan kas, piutang, persediaan barang dagangan, surat-surat berharga (investasi jangka pendek). Buku besar dapat didentifikasikan pula dengan kumpulan dari berbagai perkiraan yang sejenis/sekelom-pok. Bentuk buku besar ada dua yaitu: bentuk Scontro Dan bentuk staffel,

Contoh bentuk scontro (T sederhana)

Contoh Bentuk Scontro (t sederhana)
Contoh Bentuk Scontro (t sederhana)

Contoh bentuk stafel

Neraca saldo (Trial Balance) adalah kumpulan dari saldo saldo dari perkiraan yang ada dibuku besar. Mencari saldo dapat dilakukan dengan cara:

  • angka-angka didebet dijumlah
  • angka-angka dikridit dijumlah
  • cari saldonya, apakah saldo debet atau saldo kredit

bentuk dari Neraca saldo adalah sebagai berikut:

Contoh neraca saldo

Penyesuaian (Adjustment)

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dipergunakan untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan di buku besar pada akhir periode pembukuan. Rekening-rekening perkiraan buku besar yang biasanya disesuaikan adalah:

  • Persediaan Barang Dagangan (perusahaan dagang), bahan baku, Bahan dalam proses, bahan jadi (industri)
  • Piutang dagang
  • Perlengkapan
  • Biaya-biaya dibayar di muka (asuransi, sewa, iklan)
  • Pendapatan diterima di muka
  • Utang yang masih harus dibayar
  • Pendapatan yang masih harus diterima
  • Aktiva Tetap
  1. Kertas Kerja (worksheet)

Kertas Kerja/neraca lajur (worksheet) merupakan form/kertas/ catatan yang digunakan untuk membuat ringkasan mengenai pembukuan perusahaan yang terdiri dari kolom neraca saldo, kolom penyesuaian, kolom neraca saldo setelah penyesuaian, kolom laporan laba rugi, dan kolom neraca. Bentuk dari Neraca lajur/kertas kerja/ worksheet disajikan dalam gambar berikut:

Kertas Kerja
Kertas Kerja

Laporan Keuangan (financial Statement)

Setelah transaksi diringkas dan digolongkan, laporan keuangan harus disusun berdasarkan data-data transaksi tersebut. Laporan dari perhitungan akuntansi menyediakan beberapa informasi yang dinamakan Laporan keuangan (financial reporting). Laporan keuangan dari dalam sebuah perusahaan terdiri dari laporan laba rugi (income statement), laporan laba ditahan (Retained earning stetement), laporan arus kas (statement of cash flows) dan neraca (balance sheets).

  • Laporan laba rugi adalah laporan keungan yang berisi ringkasan dari pendapatan yang dihasilkan dan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu biasanya dalam periode bulanan atau tahunan.
  • Laporan laba ditahan adalah ringkasan dari perubahan laba yang dimiliki perusahaan pada periode tertentu.
  • Neraca menggambarkan kondisi dari harta, kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada periode tertentu.
  • Laporan arus kas adalah ringkasan dari penerimaan dan pengelu-aran kas dari operasi perusahaan pada periode tertentu.

Bentuk dari laporan keuangan adalah sebagai berikut:

Bentuk laporan keuangan
Bentuk laporan keuangan

Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik (Closing & Reversing Entries)

Setelah membuat laporan keuangan langkah selanjutnya adalah membuat jurnal penutup. Rekening/perkiraan yang harus buat jurnal penutup rekening atau perkiraan sifatnya sementara yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan mengihtisarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada perkiraan modal selama satu periode akuntansi/ pembukuan, rekening itu terdiri dari:

  • Rekening Pendapatan
  • Rekening Biaya
  • Rekening Prive

Reversing Entries (Jurnal Pembalik)

Jurnal Pembalik merupakan suatu jurnal yang digunakan untuk Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal suatu periode akuntansi untuk membalik jurnal penyesuaian tertentu yang dibuat periode sebelumnya, sebenarnya jurnal ini bukan merupakan suatu keharusan tetapi dibuat agar pencatatan dalam periode berikutnya dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Mochamad Rizky Heryandi

Setiap ilmu yang kita dapatkan harus kita amalkan sebelum kita kembali kepada Nya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.